https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Bisnis

Pemprov Sumbar Diminta Berani Mengambil Langkah

Pemprov Sumbar Diminta Berani Mengambil Langkah

Ketua DPW Apkasindo Sumbar, Jufri Nur. Foto: Dok. Elaeis

"Kita tidak paham apa penyebab PKS menetapkan harga sesuka hati mereka."

KETUA DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumatera Barat (Sumbar) Jufri Nur meminta Pemprov Sumbar harus berani mengambil langkah terkait harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

"Pemprov (Sumbar) memang harus segara mengambil langkah agar kesejahteraan petani semakin terjamin," tandasnya, Jumat (14/6).

Menurut Feri --sapaan akrabnya-- penetapan harga swadaya belum dilakukan  di Sumbar. 

Sebab, menurut Feri, Pemprov Sumbar belum mengetahui secara pasti cara atau dasar penetapan harga petani mandiri tersebut. Sehingga pemerintah belum berani untuk menerapkan seperti di Riau.

"Ini memang harus dilakukan bahkan sesegera mungkin. Sebab hingga saat ini di lapangan, PKS-PKS justru seperti seenaknya saja dalam menerapkan harga untuk kelapa sawit milik petani swadaya itu," terangnya.

Kata Feri, harga kelapa sawit petani swadaya di Sumbar saat ini bervariasi, mulai dari Rp2.300- Rp2.600/kg. "Kita tidak paham apa penyebab PKS menetapkan harga sesuka hati mereka. 

Makanya, ditambahkan Feri, untuk berupaya mendalami penerapan harga penetapan kelapa sawit petani swadaya, tim penetapan harga Provinsi Sumatera Barat berencana berkunjung ke Riau, yang direncanakan Juli mendatang 

Menurut Feri, Model penetapan harga kelapa sawit swadaya di Bumi Lancang adalah contoh yang sangat bagus, khususnya dalam menjamin pemerataan harga tersebut. 

Dimana saat ini penetapan harga di seluruh wilayah sentra kelapa sawit di Indonesia hanya dinikmati oleh petani plasma atau mitra perusahaan.

"Kita ingin mencontoh Riau dengan melihat apa yang menjadi dasar penetapan harga swadaya itu. Dimana Riau adalah satu-satunya provinsi yang menetapkan harga kelapa sawit petani swadaya ini," bebernya.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS