https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Persona

Maju Pilkada, Pak Dhe Berniat Jadikan Lahan Kosong untuk Areal Perkebunan Sawit

Maju Pilkada, Pak Dhe Berniat Jadikan Lahan Kosong untuk Areal Perkebunan Sawit

Ketua DPW Apkasindo Sumsel, Slamet Somosentono. Foto: Hendrik

Tidak semua hutan lindung jadi perhutsos. 

"(KALAU terpilih jadi Bupati - red), saya akan menggebrak dengan menjadikan lahan-lahan kosong, lahan tidur, untuk dijadikan, salah satunya, untuk perkebunan sawit."

Pernyataan tersebut disampaikan 

Wakil Bupati Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), periode 2019-2024, Slamet Somosentono, yang memutuskan untuk ikut maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Banyuasin 2024.

Pria yang akrab disapa Pak Dhe ini mengaku punya tekad yang luar biasa dalam membangun Kabupaten Banyuasin, termasuk sektor pertanian dan perkebunan. 

"Pengembangan sawit berbasis masyarakat menjadi perhatian saya," kata Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumsel ini beberapa waktu yang lalu.

Didampingi M Yunus, salah satu Ketua DPW Apkasindo Sumsel, Pak Dhe Slamet Somosentono berbicara panjang lebar tentang rencana pengembangan perkebunan kelapa sawit, baik dari hulu maupun hilir.

"Terutama yang melibatkan banyak masyarakat," kata Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Banyuasin ini.

Nah, salah satu upaya tersebut adalah dengan menjadikan puluhan ribu hektar lahan kosong atau tidur di Banyuasin menjadi perkebunan kelapa sawit dan subsektor pertanian lainnya..

Ia bilang, semua lahan kosong itu adalah milik warga dan negara. Slamet akan mengerahkan alat-alat berat, pelatihan pertanian dan perkebunan bagi warga, serta penyediaan bibit sawit legal dan berkualitas.

"Di Banyuasin banyak lahan, termasuk yang berstatus HP (Hutan Produksi -red) yang sudah tak ada lagi hutannya, yang akan kami fungsikan untuk perkebunan sawit, tentunya setelah diubah menjadi lahan APL (Area Penggunaan Lain)," ujarnya 

Slamet mengatakan, Banyuasin punya 21 kecamatan, dan setiap kecamatan punya HP dan hutan lindung. 

Dengan pelibatan masyarakat dalam pembangunan pertanian dan perkebunan sawit,, Slamet yakin hal tersebut akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tak cukup hanya mengandalkan HP, Slamet juga berjanji kelak bila jadi Bupati Banyuasin, dirinya akan mengajukan izin ke Pemerintah Pusat.

Tujuannya adalah agar Pemerintah Pusat mengubah status sejumlah hutan lindung menjadi perhutanan sosial (perhutsos).

"Perhutsos itu nantinya akan sangat bermanfaat sekali bagi para petani yang tidak memiliki lahan pertanian," ucap Slamet Somosentono.

"Enggak semua hutan lindung jadi perhutsos. Di Banyuasin, hutan lindung luasnya luar biasa, hampir 280.000 hektar," beber Pak Dhe Slamet. 

Ia minta publik tidak khawatir kalau seluruh lahan tidur itu menjadi perkebunan sawit milik rakyat.

Karena, kata Pak Dhe Slamet, sebagian di antaranya juga akan dibuatkan menjadi perkebunan komoditas lainnya.

Selain itu, kata dia, rencananya itu tidak akan menggangu potensi Banyuasin yang telah menjadi lumbung beras nomor empat secara nasional dan nomor satu di luar Jawa.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS