https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Inovasi

Soal Kualitas Minyak Makan Merah, Indra Rustandi: Hasilnya Maknyus

Soal Kualitas Minyak Makan Merah, Indra Rustandi: Hasilnya Maknyus

Ketua DPW Apkasindo Kalbar, Indra Rustandi, merasakan manfaat minyak makan merah saat digunakan untuk menggoreng daging ayam. Foto: dok. Indra Rustandi

"Asap tebal apa? Enggak ada itu."

APA ragu dengan kualitas minyak makan merah? Bisa ditanyakan ke Indra Rustandi, yang sehari-hari menjabat sebagai Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

"Hasilnya maknyus, gurih. Mirip dengan kalau kita pakai minyak goreng yang biasa itu.Beragam informasi buruk soal minyak makan merah enggak terbukti sewaktu saya gunakan di keluarga saya," kata Indra Rustandi menambahkan.

Misalnya, kata dia, isu negatif soal asap tebal akan banyak dihasilkan saat minyak makan merah digunakan, ternyata tidak terbukti sama sekali.

"Asap tebal apa? Enggak ada itu. Sama seperti minyak goreng biasa, ada asap tipis saja, tapi sebentar," ujarnya.

Kemudian, ia pun melihat tidak ada perbedaan waktu antara minyak makan merah dan minyak goreng biasa saat  masa penggorengan agar daging ayam tersebut empuk.

Indra Rustandi mengaku menggunakan minyak makan merah sebanyak empat atau lima kali pemakaian sesuai standar, sementara kalau minyak goreng biasa hanya dua atau tiga kali.

Indra mengaku menggunakan minyak makan merah hasil racikan dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.

"Minyak makan merah yang sudah diproduksi di Medan beberapa waktu lalu sudah saya coba, sudah saya pakai untuk menggoreng daging ayam," katanya,  Selasa (18/6).

Sekadar memberitahukan, yang dimaksud Indra Rustandi adalah produksi minyak makan merah dari pabrik yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (14/3/2024).

Pabrik minyak makan merah pertama di Indonesia itu dikelola secara bersama antara PTPN II dan Koperasi Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma).

Pabrik tersebut terletak di areal PTPN II di Desa Pagar Merbau, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, satu jam dari Medan, ibukota Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Sebagai informasi, Kepala PPKS Medan, Dr Winarna, mengungkapkan dari hasil penelitian, minyak makan merah masih bisa dipergunakan hingga tujuh kali, dan khasiatnya tetap belum banyak hilang.

Indra Rustandi berharap Pemerintah dan berbagai pihak terkait bisa mewujudkan dan menuntaskan produksi dan pemasaran minyak makan merah yang sudah terbukti khasiat kesehatannya.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS