https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Bisnis

Sambangi Tiongkok, Pj Gubernur Kaltim Tawarkan Ini ke BUMD Setempat

Sambangi Tiongkok, Pj Gubernur Kaltim Tawarkan Ini ke BUMD Setempat

Pemprov Kaltim menawarkan investasi di hilir sawit kepada pengusaha asal Tiongkok.(Foto: ist)

"Bila ingin menjajaki ekspor sawit , maka akan difasilitasi dengan pengusaha Kaltim."

PETROLEUM LR, yang merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Anhui, Republik Rakyat Tiongkok, ditawarkan 

oleh Pj Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik, investasi hilirisasi sawit.

Tawaran berinvestasi itu, seperti keterangan resmi yang diperoleh, Minggu (23/6), disampaikan Akmal Malik saat bertemu manajemen Petroleum LR di Anhui pada akhir pekan kemarin.

Saat itu Pj Gubernur didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (Asekbang) Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Kaltim, Ujang Rachmad,

Pertemuan itu sendiri dilakukan sebagai kunjungan balasan atas kunjungan pihak Petroleum LR pada 2024 lalu ke Benua Etam terkait potensi kelapa sawit. Sebagai informasi, aksi saling mengunjungi yang dilakukan kedua pihak ini dilakukan sebagai bagian dari program Kerja Sama Provinsi Kembar atau Sister Province antara  Kaltim dan Anhui, Tiongkok.

Awalnya, dalam pertemuan itu, pihak Peteoleum LR mengaku membutuhkan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebesar 5.000 ton per bulan untuk di tahap awal kerjasama.

Selanjutnya, jika Pemprov Kaltim dapat memenuhi kuota awal, maka jumlah yang diinginkan Petroleum LR bisa meningkat menjadi sebesar 30.000 ton per bulan.

Pj Gubernur Akmal Malik menyambut baik niat impor CPO oleh pihak Peteoleum LR tersebut.

Tetapi saat itu ia menyarankan agar pihak perusahaan dapat berinvestasi dan mengembangkan usahanya langsung di Kaltim.

Khususnya untuk investasi di hilir agar mampu memprodukai berbagai produk turunan dari minyak kelapa sawit.

Pj Gubernur menguraikan bahwa Kaltim memiliki lahan seluas 1,5 juta hektar (Ha) kebun kelapa sawit dan ditopang oleh 106 pabrik kelapa sawit (PKS).

"Serta produksi pada tahun 2024 mencapai 4,59 juta ton CPO dan TBS 19,8 juta ton, dengan ekspor terbesar ke Tiongkok dan India," beber Pj Gubernur Kaltim.

"Bila ingin menjajaki ekspor sawit , maka akan difasilitasi dengan pengusaha Kaltim yang jumlahnya kurang lebih sebanyak 112 perusahaan sawit,” kata Akmal Malik lebih lanjut.

Dijelaskannya, salah satu peluang bisnis produk turunan kelapa sawit adalah biodiesel. 

Karena itu ia berharap pihak manajemen Peteoleum LR mau berinvestasi dan agar dapat membangun pabrik biodiesel di Kaltim.

"Serta mau berinvestasi untuk menciptakan beragam produk turunan lainnya dari kelapa sawit. Keuntungan yang didapat jauh lebih besar dari sekedar mengekspor minyak kelapa sawit," ucap Pj Gubernur Kaltim saat itu.

Akmal bilang, saat ini pabrik-pabrik kelapa sawit di Provinsi Kaltim telah memiliki pembeli tersendiri untuk produk minyak sawit. 

"Silahkan untuk mengajukan proposal untuk pembelian minyak sawit dalam jangka panjang dengan skema yang diinginkan," kata Pj Gubernur. 

"Nanti akan dilihat bagaimana dapat memenuhi kebutuhan 30.000 ton per bulan dan untuk kelanjutan melihat bisnisnya. Jika semakin banyak volumenya maka akan semakin murah harganya, " jelasnya. 

Menanggapi hal itu, Manajer Umum Shandong Liaohe Huijin Petroleum Sales Co Ltd, Zhou Qiang, menyatakan komitmen untuk. Membangun PKS di Kaltim.

Rencana itu, kata dia, akan dilakukan oleh Petroleum LR selaku anak usaha dari Shandong Liaohe Huijin Petroleum Sales Co Ltd.

"Tahapan selanjutnya dalam pengembangan bisnis sawit kami adalah membangun pabrik di Kaltim sekaligus akan membangun pelabuhan atau dermaga sendiri," ujar Zhou Qiang.

Dia mengakui saat ini pihaknya juga sedang melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di Tiongkok terkait pengembangan kelapa sawit.

“Buah-buahan tropis seperti durian menjadi daya tarik juga saat kunjungan ke Kaltim. Pangsa pasar sangat besar sekali di Tiongkok," kata dia.

"Selama ini pasokan ke China hanya didominasi oleh Malaysia dan Thailand, sehingga untuk pengembangan bisnis buah tropis akan menjadi pilihan berikutnya,” tegas Zhou Qiang. 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS