https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Ragam

Ini Pengalaman Ketua KUD di Siak Riau Mendapatkan Bantuan Dump Truck dari BPDPKS

Ini Pengalaman Ketua KUD di Siak Riau Mendapatkan Bantuan Dump Truck dari BPDPKS

Bantuan truk dari BPDPKS untuk KUD Karya Dharma III di Siak. Foto: Istimewa

"Cukup menyita waktu memang dalam melengkapi persyaratan yang dibutuhkan."

MENDAPATKAN bantuan sarana dan prasarana (sarpras) berupa satu unit dump truck dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) senilai Rp515 juta lebih, siapa yang tidak senang?

Termasuk Zainuddin, Ketua KUD Karya Dharma III di Kampung Keranji Guguh, Kecamatan Koto Gasib, Siak, Provinsi Riau, merasa senang. "Ya, senanglah," katanya, Sabtu (6/7).

Tapi, menurut Zainuddin, tidak mudah untuk itu. Dari rentang waktunya, menurut Zainuddin, ia menghitung setidaknya dibutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk mendapatkannya.

"Kendalanya cukup menyita waktu memang dalam melengkapi persyaratan yang dibutuhkan. Memang pada prinsipnya tidak ada yang sulit namun membutuhkan waktu," ujarnya.

Salah satu syarat untuk pengajuan bantuan transportasi roda enam, minimal koperasi memiliki anggota sebanyak 150 petani dengan luas kebun 300 hektar. Karena itu banyak dokumen yang dipersiapkan membuat pengajuan lumayan membutuhkan waktu.

Kemudian jenjang verifikasi mulai dari kabupaten, provinsi hingga Dirjenbun (BPDPKS) juga menyita waktu. "Namun kita bersyukur pengajuan kita disetujui dan direalisasikan," jelasnya.

Pemilihan bantuan alat transportasi angkutan TBS sawit ini bukan tanpa alasan. Ini dikarenakan kebutuhan akan angkutan lebih besar ketimbang kebutuhan lain seperti infrastruktur jalan.

Sebab, kondisi jalan ke kebun koperasi seluas 623 hektar dengan 275 anggota  ini cukup bagus. Dari sisi perawatan juga masih dapat ditangani koperasi.

"Produksi juga baik saat ini lantaran kebun kita sudah diremajakan pada 2014 lalu. Untuk itu kita memang berupaya memaksimalkan angkutan dengan bantuan Sarpras BPDPKS," jelasnya. 

Kendati truk sudah di tangan, Zainuddin berharap persyaratan untuk mendapatkan bantuan Sarpras diringankan. Terutama pada jumlah pengusul dikurangi dari 150 pekebun jadi 75 pekebun atau 150 hektar. Sehingga lebih banyak membantu petani sawit.

Kendaraan ini diserahkan langsung oleh Bupati Siak, Alfredi. Pihak koperasi bergembira lantaran pengajuan bantuan sarana dan prasarana (Sarpras) ke BPDPKS dikabulkan.

Ketua Umum Aspek-PIR, Setiyono juga bersyukur dengan terealisasinya bantuan Sarpras dari BPDPKS tersebut. Menurutnya penyerahan truk merupakan bukti bahwa program Sarpras BPDPKS nyata tidak hanya cerita saja.

"Alhamdulillah, dengan cairnya bantuan tersebut dapat memicu semangat petani untuk mengajukan Sapras. Saya berharap, seluruh petani Aspek-PIR bisa mendapatkan bantuan Sarpras, serta tanaman sawit yang sudah tua segera diusulkan untuk ikut program PSR biar produktifitas makin meningkat," tandasnya.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS