https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Bisnis

Belum Mencapai Tingkat yang Diharapkan

Belum Mencapai Tingkat yang Diharapkan

Petani bersama TBS sawit. Foto: money.kompas.com

Kenaikan itu belum signifikan."

HARGA Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengalami kenaikan pada Jumat  (22/3) hari ini.

Kenaikan harga tersebut terjadi di sejumlah Pabrik Kelapa Sawit diantaranya PT Muko-muko Indah Lestari (MMIL), PT Karya Sawitindo Mas (KSM), PT Karya Agro Sawitindo (KAS), dan PT Gajah Sakti Sawit (GSS).

Merespons itu, Sekretaris DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Bengkulu, John Simamora menyebutkan, kenaikan harga TBS kelapa sawit tersebut belum signifikan. Idealnya harga TBS kelapa sawit bisa mencapai Rp 2.900 per kilogram, sebab harga Crude Palm Oil (CPO) yang telah mencapai Rp 13.250 per kilogram.

"Saat ini, kenaikan harga TBS masih belum mencapai tingkat yang kami harapkan. Kami berharap agar harga TBS kelapa sawit dapat lebih meningkat lagi," jelas John.

Para petani kelapa sawit di daerah ini juga berharap agar kenaikan harga TBS kelapa sawit dapat lebih signifikan. Sehingga dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan mereka. 

"Kenaikan harga TBS kelapa sawit harus mampu memberi harapan bagi petani, oleh sebab itu, kebanyakan petani masih berharap ada peningkatan lebih lanjut agar dapat merasakan manfaatnya secara nyata," tutupnya.

Pemerintah setempat juga menyambut baik langkah-langkah kenaikan harga ini. Bupati Mukomuko, Sapuan menyatakan bahwa kenaikan harga TBS kelapa sawit merupakan dorongan positif bagi para petani dan industri kelapa sawit di wilayah tersebut. 

"Kami akan terus memonitor dan mendukung upaya-upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit," kata Sapuan.

Meskipun demikian, ada beberapa pihak yang masih merasa bahwa kenaikan harga ini belum mencapai target yang diharapkan. 

Pengamat Ekonomi Universitas Dehasen Bengkulu Dr Ansori Tawakal SE MM mengungkapkan, bahwa kenaikan harga TBS kelapa sawit masih terbatas oleh faktor-faktor eksternal seperti harga pasar global dan regulasi industri.

"Kenaikan itu belum signifikan, disaat harga CPO meningkat dan harga TBS kelapa sawit di sejumlah daerah naik signifikan, seharunya harga TBS kelapa sawit di Bengkulu juga bisa naik signifikan," pungkasnya.

Sebelumnya,  Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Iwan Cahaya, mengatakan ada empat PKS di Kabupaten Mukomuko yang telah meningkatkan harga pembelian TBS kelapa sawit diantaranya PT MMIL, KSM, KAS, dan GSS. Keempat perusahaan itu menaikkan harga menyusul kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO).

"Harga CPO telah mengalami kenaikan dan tercatat mencapai Rp 13.250 per kilogram, jadi mendorong PKS tersebut menaikkan harga TBS kelapa sawit," ujar Iwan, Jumat (22/3).

Iwan mengaku, PT. MMIL dan PT.KAS masing-masing menaikkan harga beli TBS kelapa sawit sebesar Rp 30, menjadikannya Rp 2.490 per kilogram. 

Sementara PT. GSS juga menaikkan harga beli sebesar Rp 30, menjadi Rp 2.590, dan PT. KSM naik Rp 30 menjadi Rp 2.430 per kilogram. "Kenaikan harga TBS kelapa sawit mencapai Rp 30 per kilogram," tutupnya.
 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS