Berita > Ragam
Setelah Workshop Olahan, Mahasiswa UIN Sunan Ampel Ini Lirik Peluang Usaha dari Kelapa Sawit
Surabaya, myelaeis.com - Setelah mengikuti workshop olahan kelapa sawit yang digelar Elaeis Media Group dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di akhir April silam, Ahmad Rian Agung Prayoga, mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, tertarik mengembangkan peluang usaha berbasis sawit untuk produk makanan inovatif.
Ketertarikan terhadap dunia usaha bisa tumbuh dari mana saja. Begitu juga yang dirasakan oleh Ahmad Rian Agung Prayoga, mahasiswa semester akhir dari UIN Sunan Ampel Surabaya yang kini mulai melirik peluang usaha dari olahan kelapa sawit.
Pemuda yang akrab disapa Rian ini sebenarnya berasal dari Madiun, namun merantau ke Surabaya demi menempuh pendidikan tinggi. Tak hanya fokus belajar, Rian juga aktif berjualan makanan ringan seperti mie level, wonton, hingga tempe kreasi, yang ia racik sendiri. Dunia bisnis bukan hal baru baginya.
“Saya sudah terbiasa cari uang dari jualan makanan sejak kuliah. Tapi saya tertarik ikut workshop ini karena... kelapa sawit itu unik,” ungkapnya antusias.
Ketika melihat informasi tentang workshop olahan kelapa sawit, Rian langsung merasa ada potensi yang belum banyak digarap. Menurutnya, sawit selama ini lebih dikenal untuk minyak goreng atau bahan bakar. Tapi ketika tahu sawit bisa dijadikan olahan makanan, pikirannya langsung terbuka lebar.
“Awalnya saya pikir sawit cuma buat minyak. Tapi ternyata bisa jadi makanan juga! Ini inovatif dan bisa jadi peluang besar,” katanya sambil tersenyum.
Bagi Rian, mengikuti workshop bukan sekadar ikut-ikutan. Ia melihat ini sebagai bekal untuk pengembangan usaha ke depan, apalagi dirinya juga sering mengikuti kompetisi business plan di kampus.
“Saya sedang cari-cari ide juga buat lomba bisnis. Dan siapa tahu, dari ide ini bisa berkembang jadi usaha beneran,” tambahnya.
Rian mengaku sangat tertarik mengembangkan produk makanan dari sawit, baik untuk segmen anak muda maupun pasar umum. Menurutnya, pasar butuh gebrakan baru yang unik namun tetap sehat dan mudah diterima lidah lokal.
“Kalau bahannya gampang didapat dan prosesnya nggak terlalu rumit, kenapa nggak coba?” ujarnya mantap.
Dengan semangat inovasi dan kepekaan terhadap tren pasar, Rian siap mengembangkan produk sawit menjadi makanan kekinian. Ia berharap kelak bisa membangun UMKM berbasis bahan lokal yang tidak hanya menguntungkan, tapi juga mengangkat citra kelapa sawit Indonesia yang selama ini masih kurang dilirik dari sisi pangan.






