Ketua DPW Apkasindo Aceh, Netap Ginting. Foto: Dok Elaeis
Aceh, myelaeis.com - Produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani di Aceh pada periode ini masih tergolong normal, meskipun bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Rata-rata produksi petani tercatat sekitar 1.400 kg per hektare/bulan.
Namun demikian, harga TBS mengalami sedikit penurunan dibanding periode sebelumnya, yakni sebesar Rp50–Rp70/kg.
Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Aceh, Netap Ginting mengatakan perlu ada evaluasi dalam penetapan harga di dinas perkebunan Aceh. Hal ini agar harga TBS dapat lebih tepat dalam penetapannya.
"Indeks K di Aceh masih berkisar 87 persen, ini seharusnya menjadi sorotan tim penetapan. Bagaimana agar indeks K seperti wilayah lain," tuturnya, Minggu (1/3).
Dengan indeks K yang tertinggal dari provinsi lain, maka harga sawit di Aceh juga ikut tidak maksimal. Saat ini saja kata Netap, harga kelapa sawit di pantai timur Aceh mulai dari Rp2.850/kg - Rp3.150/kg. Kemudian di pantai Barat Aceh sekitar Rp2.800/kg- Rp3.100/kg.
"Selain indeks K potongan TBS petani sawit, baik mitra swadaya maupun mitra plasma, yang saat ini masih berkisar antara 3–7 persen juga harus dikoreksi," tandasnya.***






