Ilustrasi perkebunan sawit di Bengkulu. Foto: ist
Bengkulu, myelaeis.com - Perkebunan kelapa sawit di Provinsi Bengkulu tidak sedikit yang tanamannya sudah menginjak usia 25 tahun. Akhirnya produksi kelapa sawit juga terus mengalami penurunan.
Fakta ini kemudian menjadi latar belakang bagaimana pemprov Bengkulu berambisi maksimalkan capaian program peremajaan sawit rakyat (PSR). Dimana tahun ini target PSR Bengkulu mencapai 3.500 hektar.
Peremajaan ini dipusatkan di lima kabupaten yang ada. Yakni Kabupaten Bengkulu Utara dengan luas 1.250 hektare. Lalu disusul Kabupaten Mukomuko seluas 750 hektare. Daerah lainnya yakni Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, dan Seluma yang masing -masing ditargetkan 500 hektare.
Apkasindo Bengkulu tentu ikut mendukung langkah pemprov tersebut. Meski tak dipungkiri sejumlah tantangan masih menjadi penghambat laju PSR di wilayah tersebut.
"Mencapai target ini tentu tidak mudah, karena masih ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti proses verifikasi dan penerbitan rekomendasi teknis dari pemerintah pusat yang masih lambat. Pada tahun lalu, dari total usulan replanting seluas 1.882 hektar, hanya 779 hektar yang memperoleh rekomendasi teknis dari kementerian terkait," ujar Sekretaris Apkasindo Bengkulu Jon Simamora kepada elaeis.co, Rabu (4/3).
Ia menilai program replanting ini sangat penting untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani sawit.
Kemudian kendala lain yang dihadapi adalah kurangnya informasi dan petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan program replanting di lapangan. "Yang lebih penting lagi, semua pelaksana yang terlibat dalam pengelolaan Replanting yang bersumber dari dana BPDPKS yang berjumlah Rp 60 juta/hektar harus sesuai dengan regulasi yang terkait pelaksanaan replanting. Pastikan benar semua tahapan pembiayaan harus terpenuhi mulai dari persiapan dan pembersihan lahan, pengajian dan penanaman harus dipastikan benar. Lalu menggunakan bibit sawit unggul," paparnya.
"Kami juga mengingatkan jangan sampai ada pihak yang terlibat ingin coba main- main dengan dana bantuan replanting, karena akibat nya akan fatal merugikan petani sawit rakyat Bengkulu sekian tahun yang akan datang, Kami sebagai asosiasi Petani sawit tidak akan tinggal diam jika petani sawit dirugikan," tandasnya.***






