https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Ragam

Usaha Krey Sawit dan Sapu Lidi di Lebak Ciptakan Perputaran Ekonomi hingga Miliaran Rupiah/Bulan

Usaha Krey Sawit dan Sapu Lidi di Lebak Ciptakan Perputaran Ekonomi hingga Miliaran Rupiah/Bulan

Usaha krey di Lebak Banten. Foto: merahputih.com

Lebak, myelaeis.com – Pelepah kelapa sawit yang selama ini dianggap limbah ternyata menjadi sumber penghasilan bagi ratusan warga di Kabupaten Lebak, Banten.  

Di tangan para perajin, limbah sawit diolah menjadi krey atau tirai tradisional yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus membantu mengurangi kemiskinan.

Usaha kerajinan krey sawit berkembang di Kampung Cihiyang, Desa Rangkasbitung Timur. Warga memanfaatkan pelepah sawit bekas dari perkebunan untuk dijadikan tirai yang banyak digunakan sebagai pelindung rumah, warung, hingga teras dari terik matahari dan tampias hujan. 

Salah seorang perajin, Nursaad, mengaku kehidupannya berubah sejak menekuni usaha krey sekitar 13 tahun lalu. 

Sebelum menjadi perajin, ia bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga.

Kini, bersama istrinya, Nursaad mampu membuat sekitar lima lembar krey setiap hari. Hasil produksinya dijual kepada pengepul dengan harga sekitar Rp30 ribu per lembar, sehingga mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp150 ribu per hari.

Menurutnya, usaha tersebut membuat kondisi ekonomi keluarganya jauh lebih baik. Anak-anaknya kini dapat melanjutkan pendidikan, sesuatu yang dulu sulit diwujudkan saat penghasilannya masih bergantung pada pekerjaan serabutan.

Kisah serupa dialami Mulyadi dan istrinya, Sa'adah. Pasangan tersebut meninggalkan pekerjaan sebagai buruh tani dan kini menggantungkan penghasilan dari kerajinan krey sawit. 

Pendapatan dari usaha itu membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membiayai pendidikan anak-anak mereka.

Perkembangan usaha krey sawit di Lebak tidak lepas dari peran Toto, Ketua Paguyuban Perajin Krey Kabupaten Lebak. Ia mulai memperkenalkan kerajinan berbahan pelepah sawit kepada masyarakat sejak 2010 setelah melihat peluang limbah sawit diolah menjadi produk bernilai ekonomi. 

Saat ini, krey buatan warga Lebak dipasarkan ke berbagai daerah, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, hingga Bekasi. Permintaan yang terus meningkat membuat jaringan usahanya mampu memasok sekitar 10 ribu lembar krey setiap bulan dengan nilai perputaran uang mencapai sekitar Rp300 juta per bulan.

Kini, sekitar 290 perajin tergabung dalam Paguyuban Perajin Krey Kabupaten Lebak. Secara keseluruhan, usaha krey sawit dan sapu lidi telah menciptakan perputaran ekonomi hingga miliaran rupiah setiap bulan.

Kerajinan berbahan limbah sawit tersebut menjadi bukti bahwa bahan yang sebelumnya tidak bernilai bisa diubah menjadi produk bernilai jual tinggi. 

Selain membuka lapangan pekerjaan, usaha ini juga menjadi penopang ekonomi masyarakat dan memberikan harapan baru bagi banyak keluarga di Kabupaten Lebak.***
 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS