https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Inovasi

Ternyata Bungkil Inti Sawit Bisa Menjadi Pakan Alternatif Ternak

Ternyata Bungkil Inti Sawit Bisa Menjadi Pakan Alternatif Ternak

Jakarta, myelaeis.com – Palm Kernel Meal (PKM) atau bungkil inti sawit ternyata tak sekadar produk samping industri kelapa sawit. Bahan ini berpotensi menjadi alternatif pakan ternak yang ekonomis karena memiliki kandungan protein, serat, energi, dan mineral, sekaligus tersedia dalam jumlah melimpah di Indonesia.

Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa sawit terbesar dunia tak hanya menghasilkan crude palm oil (CPO) dan crude palm kernel oil (CPKO). Dari pengolahan inti sawit, juga dihasilkan bungkil yang dikenal sebagai Palm Kernel Meal atau PKM.

Selama ini, PKM kerap dipandang sebagai produk sampingan. Namun, kandungan nutrisinya membuat bahan tersebut banyak dimanfaatkan dalam industri pakan, terutama untuk ternak ruminansia.

PKM merupakan material padat yang tersisa setelah minyak inti sawit diekstraksi. Proses tersebut dapat dilakukan melalui pengepresan mekanis maupun ekstraksi pelarut.

Secara umum, PKM memiliki kandungan protein kasar sekitar 14-18 persen. Bahan ini juga mengandung serat kasar yang cukup tinggi, energi metabolisme, serta sejumlah mineral seperti fosfor, kalium, dan magnesium.

Selain itu, PKM memiliki kandungan mannan yang cukup tinggi. Komponen ini menjadi salah satu alasan PKM mulai dilirik bukan hanya sebagai sumber nutrisi, tetapi juga sebagai bahan pakan fungsional.

Pemanfaatan PKM paling banyak dikaitkan dengan pakan sapi potong dan sapi perah. Kandungan protein dan energinya dapat menjadi bagian dari formulasi konsentrat, sedangkan seratnya sesuai dengan karakteristik sistem pencernaan ternak ruminansia.

Pada sapi potong, PKM dapat digunakan dalam ransum untuk mendukung pertumbuhan dan peningkatan bobot badan. Sementara pada sapi perah, bahan ini dapat menjadi bagian dari formulasi pakan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak.

Tak hanya sapi, PKM juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan kambing dan domba. Ketersediaannya yang melimpah serta harga yang relatif kompetitif membuat bungkil inti sawit menarik sebagai alternatif bahan baku pakan.

Pada sektor unggas, PKM juga bisa digunakan dalam formulasi pakan ayam broiler, ayam petelur, maupun bebek. Meski begitu, penggunaannya perlu diperhitungkan secara tepat karena kandungan serat PKM relatif tinggi dibandingkan sejumlah bahan pakan unggas lainnya.

Pemanfaatannya bahkan mulai berkembang pada sektor perikanan dan akuakultur. Dalam komposisi tertentu, PKM dapat menjadi sumber nutrisi alternatif untuk membantu menekan biaya produksi pakan.

Dalam perdagangan internasional, Palm Kernel Meal (PKM) dan Palm Kernel Expeller (PKE) terkadang digunakan secara bergantian. Padahal, keduanya memiliki perbedaan dalam proses pengolahan.

PKE dihasilkan melalui proses pengepresan mekanis atau expeller press sehingga masih memiliki kandungan minyak yang relatif lebih tinggi. Sementara PKM umumnya dihasilkan melalui ekstraksi pelarut yang mengambil lebih banyak minyak sehingga kadar minyak residunya lebih rendah.

Perbedaan proses tersebut membuat karakteristik nutrisi dan energi kedua bahan juga bisa berbeda.

Meski punya potensi besar, penggunaan PKM sebagai bahan pakan bukan tanpa tantangan. Kandungan serat yang tinggi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam penyusunan formulasi ransum.

Karena itu, penelitian dan inovasi terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas PKM. Salah satunya melalui teknologi pengolahan dan penggunaan enzim yang dapat membantu memecah komponen serat sehingga nutrisi lebih mudah dicerna ternak.

Pengembangan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai nutrisi PKM dan memperluas penggunaannya dalam industri pakan.

Di sisi lain, penelitian juga diarahkan untuk meningkatkan kelarutan protein dan ketersediaan nutrisi PKM agar semakin kompetitif dengan bahan pakan lain, termasuk soybean meal (SBM), corn gluten meal (CGM), dan distillers dried grains with solubles (DDGS).

Bagi Indonesia, keberadaan PKM memberikan peluang tersendiri. Tingginya produksi kelapa sawit nasional membuat bahan baku bungkil inti sawit tersedia dalam jumlah besar.

Pemanfaatan PKM juga sejalan dengan konsep zero waste dalam industri sawit. Produk samping dari pengolahan kelapa sawit tidak berhenti sebagai limbah, tetapi dapat kembali dimanfaatkan dan menghasilkan nilai ekonomi.

Dengan pasokan yang relatif melimpah, harga yang kompetitif, serta kandungan nutrisi yang cukup baik, PKM berpeluang menjadi salah satu bahan baku alternatif untuk industri pakan nasional.

Jika pengolahan dan formulasi terus dikembangkan, bungkil inti sawit bukan cuma menjadi produk samping. PKM bisa mengambil peran lebih besar sebagai bahan pakan ternak sekaligus membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku pakan impor.***
 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS