Berita > Ragam
5 Warga SAD Serahkan Diri ke Polisi Terkait Dugaan Pengeroyokan, Kapolres Sarolangun Sampaikan Apresiasi
5 orang warga SAD Pengeroyok TNI serahkan diri ke polisi, Foto: Ist
Sarolangun, myelaeis.com – Lima warga Suku Anak Dalam (SAD) dari kelompok Air Panas yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap anggota TNI AD Yonif 896/Serumpun Pseko menyerahkan diri ke Polres Sarolangun, Minggu (30/8) sore.
Kelima warga SAD tersebut tiba di Mapolres Sarolangun sekitar pukul 17.20 WIB untuk menjalani proses hukum terkait dugaan pengeroyokan yang terjadi di kawasan PT Sari Aditya Loka (SAL) pada Jumat, (28/8/2026) lalu.
Kelima warga tersebut masing-masing berinisial R, D, W, Rn, dan J. Kelimanya diketahui belum memiliki identitas kependudukan berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Proses penyerahan diri tersebut didampingi Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat H. Jailani, Temenggung Nangkus, dan Jenang Jalaludin. Mereka juga diantar warga SAD menggunakan tiga unit kendaraan roda empat dengan jumlah sekitar 15 orang.
Setibanya di Mapolres Sarolangun, kelima warga SAD tersebut diterima Kanit Pidum Polres Sarolangun Ipda Rony Juliadi Sagala, S.H., didampingi Kasat Intelkam Polres Sarolangun AKP Wiji Nur Eko Wahyu, S.H., M.H., Piket Pawas Ipda Edi Junaidi, S.H., serta personel Satreskrim Polres Sarolangun.
Petugas kemudian melakukan pendataan dan pemeriksaan awal terhadap kelima warga tersebut untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan menangani perkara tersebut secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami mengapresiasi langkah para pihak yang memilih untuk menyerahkan diri dan menyelesaikan persoalan ini melalui proses hukum. Kami pastikan setiap proses akan dilakukan sesuai prosedur dan berdasarkan fakta serta alat bukti yang ada,” ujar Wendi.
Kapolres juga mengimbau seluruh pihak, khususnya keluarga maupun masyarakat yang terkait dengan perkara tersebut, agar tetap menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Percayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian dan hormati proses hukum yang sedang berjalan,” tegasnya.
Selain memeriksa kelima warga tersebut, penyidik Satreskrim Polres Sarolangun juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari pihak TNI AD Yonif 896/Serumpun Pseko yang mengetahui atau berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari Bhabinkamtibmas, dua warga SAD lainnya yang disebut berinisial B dan N juga berencana menyerahkan diri ke Satreskrim Polres Sarolangun untuk menjalani pemeriksaan.
Kapolres menambahkan, pihaknya bersama jajaran terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan.
“Yang paling utama saat ini adalah menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Kami terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan semua pihak agar tidak terjadi aksi lanjutan maupun gesekan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Selama proses penyerahan diri hingga pemeriksaan berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar Mapolres Sarolangun terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Polres Sarolangun mengimbau seluruh pihak agar tetap menjaga ketenangan, tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta mempercayakan penyelesaian perkara tersebut kepada aparat penegak hukum.***






