Berita > Petani
Sungai Kapuas Surut Akibat El Nino, PKS Batasi Pembelian, TBS Sawit Petani Terancam Busuk
Sungai Kapuas. Foto: kompas.com
Pontianak, myelaeis.com - Pulau Kalimantan menjadi pulau yang cukup parah terdampak badai El Nino tahun ini. Selain kebakaran hutan dan lahan, industri kelapa sawit juga ikut terseok-seok.
Seperti yang terjadi di beberapa wilayah di Kalimantan Barat (Kalbar). Petani kelapa sawit merugi bukan hanya karena produksi menurun, hasil kebunnya juga terancam busuk tidak dibeli pabrik kelapa sawit (PKS).
Kondisi ini terutama terjadi di Kalbar bagian timur. Di wilayah itu seluruh aktivitas distribusi turunan kelapa sawit yakni CPO menggunakan jalur Sungai Kapuas. Sementara lantaran badai El Nino yang berkepanjangan saat ini sungai tersebut hingga tidak dapat mendukung pengangkutan CPO dari PKS.
"Akibatnya, tengki penampungan CPO sejumlah PKS penuh. Kemudian PKS memberlakukan pembatasan pembelian TBS kelapa sawit," terang Ketua Apkasindo Kalbar, Indra Rustandi saat berbincang dengan elaeis.co, Selasa (1/9) kemarin.
Kata Indra, PKS saat ini memberlakukan kuota pembelian tbs mulai 300-400 ton saja. Akibatnya waktu pemanenan kelapa sawit oleh petani dilakukan secara bergiliran.
"Bahkan ada juga sejumlah PKS yang tidak lagi membeli TBS dari petani karena tengki CPO-nya penuh," imbuhnya.
Sudah lah panen tidak maksimal, harga kelapa sawit juga semakin anjlok. Ini akibat kualitas buah yang turun.
"TBS petani saat ini antre sampai 3 hari untuk masuk ke PKS. Belum lagi PKS yang lebih memilih memasukkan buah intinya ketimbang buah sawit dari kebun petani swadaya," katanya.
"Seharusnya PKS bijak dalam mengambil langkah, minimal berlaku adil terhadap petani yang juga terdampak badai El Nino ini. Misalnya jika sudah masuk dua truk TBS inti, bolehlah 1 truk TBS petani masuk. Sehingga petani tetap dapat memenuhi kebutuhannya," sambungnya.
Indra berharap PKS tidak hanya mencari petani saat membutuhkan kuota TBS yang besar, namun juga tetap menjalin hubungan yang baik di tengah kondisi alam yang kurang bersahabat.
"Miris lagi saat ini tidak sedikit petani yang tidak bisa panen kelapa sawit karena kebunnya terbakar. El Nino tahun ini memang badai yang paling parah yang dirasakan petani. Mudah mudahan badai cepat berlalu," pungkasnya.***


