https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Petani

Kemarau Panjang Tekan Produktifitas Sawit di Jambi 50-60 Persen, Petani: Kami Hanya Bisa Berserah Diri

Kemarau Panjang Tekan Produktifitas Sawit di Jambi 50-60 Persen, Petani: Kami Hanya Bisa Berserah Diri

Petani sawit di Jambi. Foto: Dok Elaeis

Jambi, myelaeis.com - Musim kemarau yang berkepanjangan memberikan dampak serius terhadap produktivitas perkebunan kelapa sawit di sejumlah wilayah Provinsi Jambi. 

Petani melaporkan produksi tandan buah segar (TBS) sawit mengalami penurunan signifikan, bahkan mencapai 50-60% dibandingkan kondisi normal.

Minimnya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir membuat tanaman sawit mengalami kekurangan pasokan air. Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap pembentukan buah dan produktivitas kebun yang menjadi sumber penghasilan utama petani.

Dermawan Harry Oetomo, salah satu petani sawit di Jambi, menjelaskan saat ini, petani hanya hanya mengandalkan sisa kelembapan tanah dan proses penguapan air tanah (evaporasi) untuk memenuhi kebutuhan air. 

Namun kondisi tersebut dinilai tidak cukup untuk menjaga produktivitas tanaman secara optimal.

"Curah hujan sangat minim. Produksi kebun turun drastis, ada yang mencapai 50 sampai 60 persen. Saat ini kami hanya berharap dari sisa kelembapan tanah dan penguapan air yang masih ada," terangnya kepada elaeis.co, Kamis (3/9)

Menurutnya, dampak kemarau tidak hanya dirasakan pada penurunan produksi saat ini, tetapi juga berpotensi memengaruhi hasil panen dalam beberapa bulan ke depan. 

Tanaman sawit membutuhkan pasokan air yang cukup untuk mendukung proses pertumbuhan dan pembentukan tandan buah.

Di tengah kondisi tersebut, banyak petani mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain menunggu datangnya hujan. Upaya yang dapat dilakukan relatif terbatas, terutama bagi petani swadaya.

"Kami hanya bisa berserah diri dan berharap hujan segera turun agar kondisi tanaman kembali pulih," terang pria yang juga sebagai salah satu pengurus DPP Apkasindo tersebut.**

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS