https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Petani

187 Petani Sawit Swadaya Asal Batanghari Dilatih, Ini Harapan Kadisbun Jambi

187 Petani Sawit Swadaya Asal Batanghari Dilatih, Ini Harapan Kadisbun Jambi

Jambi, myelaeis.com – Upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi terus dilakukan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. 

Sebanyak 187 petani kelapa sawit swadaya asal Kabupaten Batanghari mengikuti Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026.

Program ini didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian RI, dan dilaksanakan oleh PT Daya Guna Lestari (DGL) Learning Institute.

Kegiatan di Hotel Aston Jambi ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Ir. H. Agusrizal,MM, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan Kabupaten Batang Hari Farizal, S.H., M.H, Direktur Utama DGL Learning Institute M Gema Aliza Putra, Wakil Direktur DGL Learning Institute M Danang MRQ, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma 

Lainnya Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian Dr. Iim Mucharam, S.P., M.P, yang diwakili oleh Mula Putera, S.E., M.Sc secara daring, para instruktur DGL Learning Institute, panitia lokal, serta seluruh peserta pelatihan.

Bagi DGL Learning Institute, pelaksanaan program ini di Jambi menjadi momentum tersendiri. Pasalnya, kegiatan tersebut merupakan perdana digelar DGL untuk memberikan pelatihan kepada pekebun swadaya kelapa sawit di Provinsi Jambi. 

Direktur Utama DGL Learning Institute, M. Gema Aliza Putra, mengatakan pengembangan SDM menjadi bagian penting dalam menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi perkebunan rakyat, terutama dalam hal produktivitas.

Menurutnya, pengalaman dalam mengelola kebun yang diperoleh pekebun secara turun-temurun tetap menjadi modal penting. Namun, pengalaman tersebut perlu dilengkapi dengan pengetahuan teknis yang terus berkembang agar pengelolaan kebun dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Kami berupaya mengedukasi petani untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit. Karena itu, materi yang diberikan harus relevan dengan kebutuhan di lapangan dan disampaikan oleh narasumber yang kompeten,” ujarnya.

Ia menambahkan, DGL tidak ingin pelatihan berhenti pada proses pembelajaran di dalam kelas. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan benar-benar dibawa ke kebun dan diterapkan dalam aktivitas pengelolaan perkebunan sehari-hari.

“Kami tidak ingin peserta hanya datang, duduk, mendengar, lalu pulang membawa sertifikat. Kami ingin peserta pulang membawa ilmu, pemahaman baru, dan rencana perbaikan untuk kebun masing-masing," ujarnya.

Komitmen tersebut kemudian diwujudkan melalui rencana monitoring pascapelatihan. DGL akan melihat bagaimana peserta menerapkan materi yang telah diperoleh sekaligus mengidentifikasi persoalan yang muncul ketika mereka kembali ke kebun.

Gema menjelaskan, langkah tersebut penting agar pelatihan dapat memberikan manfaat yang lebih panjang. Dengan adanya monitoring, penyelenggara juga dapat memperoleh gambaran mengenai kebutuhan peserta setelah mengikuti pembelajaran.

“Selanjutnya DGL akan terus memonitor pasca pelatihan. Dengan demikian, materi yang telah diajarkan bisa dimanfaatkan dan kami bisa mengetahui apa kendala yang dihadapi peserta,” jelasnya.

Selain monitoring, DGL juga mendorong pembelajaran berkelanjutan melalui Learning Management System (LMS) DGL, sehingga proses penguatan pengetahuan tidak berhenti ketika rangkaian pelatihan berakhir.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Hendrizal, S.Pt., MM, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia menilai peningkatan kualitas SDM pekebun memiliki keterkaitan langsung dengan upaya mendorong produktivitas perkebunan kelapa sawit.

Ia berharap peserta tidak hanya mengikuti pelatihan sebagai kewajiban, tetapi mampu memanfaatkan materi yang diberikan untuk memperbaiki pengelolaan kebun.

“Kami mengapresiasi terlaksananya acara ini, karena petani akan mendapatkan pelatihan dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan bukan sekadar teori,” ujarnya.

Hendrizal juga menekankan pentingnya kemampuan pekebun dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, pemanfaatan media sosial dan sumber informasi digital dapat membantu peserta memperluas wawasan mengenai perkembangan sektor perkebunan.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Batanghari, Fahrizal, S.H., M.H., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pelatihan yang diikuti pekebun dari wilayahnya.

Pelaksanaan program tersebut juga ditandai dengan penandatanganan MoU antara DGL Learning Institute dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, serta kerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Batanghari.

Fahrizal tidak menampik, kerja sama tersebut merupakan bagian dari penguatan sinergi antara lembaga pelatihan dan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas SDM perkebunan di Jambi.

Sementara itu, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Lainnya Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Dr. Iim Mucharam, S.P., M.P., melalui Mula Putera, S.E., M.Sc menekankan bahwa keberhasilan program pengembangan SDM tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan pelatihan, tetapi juga oleh penerapan ilmu dan pendampingan setelah peserta kembali ke lapangan.

Menurutnya, monitoring secara berkala diperlukan untuk melihat perkembangan peserta sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul ketika ilmu hasil pelatihan mulai diterapkan di kebun.

“Harapan kami kepada instansi terkait melakukan monitoring pasca pelatihan. Selanjutnya dampingi petani secara rutin sehingga produksi dapat ditingkatkan,” katanya lewat daring. 

Ia juga mendorong agar peserta tidak berhenti sebagai penerima manfaat program. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kembali kepada pekebun lain di lingkungan masing-masing sehingga manfaat pelatihan dapat meluas.

“Serap ilmu yang didapatkan dan praktikkan di lapangan. Anda adalah agen yang dapat memberdayakan petani di lingkungan. Karena tidak semua petani mendapat kesempatan seperti ini,” ujarnya.

Pesan tersebut memperkuat tujuan program untuk membangun SDM perkebunan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teknis, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan perkebunan rakyat

Melalui kolaborasi antara BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Batanghari, dan DGL Learning Institute, pelatihan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kapasitas pekebun sekaligus mendorong produktivitas kelapa sawit rakyat di Jambi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan penyematan tanda peserta secara simbolis yang mewakili enam angkatan pelatihan Budi Daya Kelapa Sawit. 

Penyematan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian pembelajaran bagi para pekebun yang diharapkan dapat membawa pengetahuan baru untuk diterapkan di kebun masing-masing.***

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS