https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Ragam

Soal Lonjakan Tutupan Kebun Sawit di Indonesia, Ketum Aspek-PIR Mengaku Kaget

Soal Lonjakan Tutupan Kebun Sawit di Indonesia, Ketum Aspek-PIR Mengaku Kaget

Ketua Umum DPP Aspek-PIR Indonesia, H. Setiyono, Foto: Dok. Elaeis

"Perubahan jumlah itu menunjukkan masih banyak kekurangsadaran para pelaku perkebunan sawit."

"PENGUNGKAPAN luas kebun sawit oleh 
Badan Informasi Geospasial (BIG) di satu sisi patut disyukuri, tetapi di sisi lain hal ini menunjukkan bahwa masih ada yang tidak jujur ​​di antara kita, toh."

Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (Aspek-PIR) Indonesia, H. Setiyono, menanggapi luas tutupan kebun sawit yang dikeluarkan BIG.

Ia berharap pemerintah, pengusaha, dan petani sawit mau saling bersinergi dalam mengikuti berbagai program yang disodorkan Pemerintah, termasuk dalam hal pencatatan luas kebun sawit.

“Supaya nanti kita tidak kaget ketika tiba-tiba mengetahui kok jumlah luas kebun sawit menjadi bertamhah secara signifikan,” ucap Setiyono.

Sebelumnya Setiyono mengaku kaget atas jumlah tutupan kebun kelapa sawit yang melejit menjadi 17,3 hektar (Ha) pada tahun 2023.

“Saya terus terang kaget dengan data ini, sekaligus menunjukkan kalau penataan (soal luas tutupan kebun sawit - red) di Indonesia belum terprogram dengan baik,” katanta, Selasa (2/4/2024).

Pada saat yang sama, ia melihat perubahan jumlah tersebut menunjukkan masih banyak kekurangsadaran para pelaku perkebunan sawit.

“Baik petani maupun pengusaha, dalam menyampaikan data yang benar soal luas kebun sawit milik mereka itu sebenarnya berapa ke Pemerintah,” tambahnya.

Karena itu meminta agar seluruh petani dan pengusaha sawit mau ikut proses pendataan dalam aplikasi Siperibun yang dijalankan Pemerintah.

“Tujuannya tentu agar pendataan soal luas tutupan kebun sawit bisa tuntas dan konkret dilaksanakan Pemerintah,” kata Setiyono menyarankan.

Sekadar mengingatkan, dalam berita elaeis.co sebelumnya disebutkan bahwa dari hasil pendataan yang dilakukan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG), luas tutupan perkebunan sawit di Indonesia tahun 2023 mencapai 17,3 juta hektar. 

Jumlah ini mengalami perubahan cukup signifikan, yakni mencapai 0,5 juta hektar dibandingkan dengan data tahun 2022. 

Menurut data pihak Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2022 luas perkebunan sawit di Indonesia mencapai 16,8 juta hektar. 

BIG sendiri bertugas melakukan pelatihan penyelenggaraan Informasi Geospasial Tematik (IGT) tutupan kebun kelapa sawit. 

Ini berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Tahun 2019-2024.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS