https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Korporasi

Terkendala Biaya, Perusahaan Diminta untuk Membantu

Terkendala Biaya, Perusahaan Diminta untuk Membantu

Ilustrasi petani sawit. Foto: spks.or.id

"Sehingga seluruh CPO dan PKO yang dihasilkan atau diproduksi oleh perusahaan 100 persen ISPO."

PIHAK perusahaan diminta membantu mempercepat sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) petani atau pekebun sawit lantaran perkebunan yang dikelola perusahaan sudah banyak yang mengantongi sertifikasi ISPO. 

Demikian dikatakan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP) Kementerian Pertanian (Kementan) Prayudi Syamsuri.

Dikatakan Prayudi, pihaknya terus mengawal agar perusahaan-perusahaan juga turut melaksanakan hal ini, terutama pada pekebun yang memasok tandan buah segar (TBS) ke perusahaan tersebut. 

Menurutnya, jika perusahaan bisa membantu pekebun mendapatkan ISPO, tentu akan menjadi nilai tambah tersendiri untuk perusahaan karena nantinya seluruh CPO dan PKO yang dihasilkan benar-benar berasal dari kebun yang tersertifikasi ISPO.

"Kami melakukan pengawalan agar perusahaan perkebunan kelapa sawit membantu pekebun yang merupakan bagian rantai pasok atau pemasok TBS untuk sertifikasi ISPO," kata Prayudi, Selasa (16/4).

"Sehingga seluruh CPO dan PKO yang dihasilkan atau diproduksi oleh perusahaan 100 persen ISPO," imbuhnya. 

Dari catatan Kementan, total sudah 5,25 juta hektar perkebunan perusahaan besar swasta (PBS). yang sudah mengantongi ISPO atau 61,18 persen dari total luas perkebunan sawit milik PBS. 

Sedangkan ISPO perkebunan perusahaan besar negara (PBN) tercatat seluas 0,38 juta hektar atau 69 persen dari total luas perkebunan sawit PBN.

Di bagian lain, jumlah petani atau pekebun sawit yang mendapatkan sertifikat ISPO masih sangat minim, yaitu hanya 0,06 juta hektar dari total 6,21 juta hektar kebun sawit rakyat. Kebun yang sudah tersertifikasi ini milik 81 orang pekebun. 

Angka ini tentu sangat jauh dari yang diharapkan. Sebab, jumlah pekebun yang memiliki perkebunan sawit di Indonesia saat ini mencapai jutaan.

Ada sejumlah kendala yang menyebabkan pekebun sawit enggan mengikuti sertifikasi ISPO. Salah satunya pembiayaan. Karena itulah Kementerian Pertanian meminta agar perusahaan-perusahaan besar membantu para pekebun mengikuti sertifikasi ini. 
 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS