https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Bisnis

Awas, Harga Mungkin akan Kembali Turun

Awas, Harga Mungkin akan Kembali Turun

Ilustrasi petani menimbang TBS sawit. Foto: Dok. Elaeis

"Karena panen TBS kelapa sawit serentak usai libur lebaran membuat harga TBS kelapa sawit menurun dan belum naik."

PASCALIBUR Lebaran, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Bengkulu belum mengalami kenaikan, malah mengalami penurunan. Pengamat mengingatkan, potensi untuk turun lagi masih ada.

Salah satu pengamat ekonomi Bengkulu, Prof Dr Kamaludin SE MM memperingatkan bahwa harga saat ini mungkin akan kembali menurun.

"Dengan kondisi ekonomi yang fluktuatif dan permintaan yang tidak pasti, ada kemungkinan harga TBS kelapa sawit akan mengalami penurunan dalam beberapa minggu ke depan," kata Kamaludin.

Sementara Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, M Rizon SHut menjelaskan, ada beberapa penyebab turunnya harga TBS kelapa sawit setelah libur lebaran. Salah satunya disebabkan menurunnya harga CPO.

"Karena harga CPO menurun Rp 529 per kilogram menjadi Rp 12.776 per kilogram sehingga membuat TBS kelapa sawit di Bengkulu menurun pasca Libur lebaran Idul Fitri," kata Rizon, Rabu (17/4).

Menurut Rizon, faktor utama yang menyebabkan harga TBS kelapa sawit di Bengkulu  menurun adalah perilaku tengkulak dan petani pasca lebaran. 

Tengkulak biasanya menjual kelapa sawit sesuai jadwal panen petani dan mengirimkannya ke pabrik. Namun, pasca lebaran, petani cenderung melakukan panen serentak, menyebabkan peningkatan jumlah kelapa sawit yang dipanen dan dijual.

"Karena panen TBS kelapa sawit serentak usai libur lebaran membuat harga TBS kelapa sawit menurun dan belum naik," kata Rizon.

Selain itu, menurut Rizon, pabrik kelapa sawit yang mengolah langsung menjadi Crude Palm Oil (CPO) dihadapkan pada kendala kapasitas tangki timbun CPO yang terbatas. 

Dengan jumlah TBS yang dikirim ke pabrik meningkat setelah libur lebaran, pabrik harus segera mengolahnya menjadi Crude Palm Oil. "Pasokan TBS yang diterima pabrik banyak membuat harga turun," tuturnya.

Hal berbeda dialami seorang petani kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah, Bambang, yangmengungkapkan, walaupun harga TBS kelapa sawit belum naik pasca libur lebaran, dirinya bisa menjual hasil panen dengan harga yang bagus.

"Meskipun harga TBS sawit belum naik setelah libur lebaran, setidaknya kami dapat kembali menjual hasil panen kami kepada pabrik. Hal ini memberikan sedikit lega bagi kami petani," ujar Bambang.

Sementara itu, Sekretaris DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Bengkulu, John Simamora menyerukan kepada pemerintah melakukan langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas harga TBS kelapa sawit dalam jangka panjang. 

"Kami perlu kebijakan yang mendukung baik bagi petani maupun pabrik pengolahan untuk mencegah fluktuasi harga yang berlebihan," pungkasnya.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS