https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Bisnis

Awal 2024 yang Buruk bagi Ekspor Cangkang Sawit dari Bengkulu

Awal 2024 yang Buruk bagi Ekspor Cangkang Sawit dari Bengkulu

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal. Foto: Doc

Cangkang sawit menjadi komoditas pertanian pertama yang diekspor dari Bengkulu pada awal 2023 lalu.

PADA awal 2024 ini masih belum terjadi kegiatan ekspor cangkang kelapa sawit dari Provinsi Bengkulu, demikian laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bengkulu.

Dalam pandangan pengamat ekonomi dari Universitas Dehasen Bengkulu, Dr Ansori Tawakal, belum adanya aktivitas ekspor cangkang sawit pada awal tahun ini menjadi tugas pemerintah dan pemangku kepentingan. 

"Diharapkan pemerintah dan para pemangku kepentingan dapat bekerja sama untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang ada dan merumuskan strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut," ungkapnya.

Hal ini, tambah Ansori, diharapkan dapat mengembalikan peran penting cangkang sawit sebagai salah satu komoditas unggulan dalam struktur ekspor pertanian Bengkulu.

"Kita belum tahu apa penyebabnya, tapi pemerintah dan para pemangku kepentingan dapat bekerja sama untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang ada dan merumuskan strategi untuk mengatasi permasalahan ini," pungkas Ansori.

Ihwal belum adanya ekspor cangkang sawit dari Bengkulu di awal 2024 
menjadi sorotan mengingat pada tahun sebelumnya, tepatnya pada awal 2023, cangkang sawit menjadi komoditas pertanian pertama yang diekspor dari provinsi ini.

Menurut Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, berdasarkan data yang diterima dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Bengkulu, tidak ada satupun ekspor cangkang sawit yang dilakukan pada awal tahun 2024 ini. 

Pada tahun sebelumnya, tepatnya pada awal tahun 2023, tercatat sebanyak 1.000 ton cangkang sawit diekspor dari provinsi Bengkulu.

"Dalam catatan kami, tidak ada ekspor cangkang sawit pada awal tahun ini. Padahal pada tahun sebelumnya, cangkang sawit menjadi salah satu komoditas unggulan yang diekspor dari Bengkulu," kata Win, Jumat (1/3).

Win menambahkan, pada awal  2024 ekspor komoditas pertanian masih didominasi oleh karet. Komoditas ini berhasil memberikan kontribusi ekspor sebesar US$ 740 ribu atau setara dengan Rp 11,6 miliar. Sementara itu, kontribusi ekspor dari cangkang sawit masih tercatat nol.

"Ini menunjukkan adanya pergeseran dalam struktur ekspor komoditas pertanian. Meskipun karet mendominasi pada awal tahun ini, kami tetap memantau perkembangan ekspor cangkang sawit," ujar Win.

Kendati demikian, pihak BPS Provinsi Bengkulu belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai penyebab dari tidak adanya ekspor cangkang sawit pada awal tahun 2024 ini. 

Upaya untuk mengoptimalkan kembali ekspor komoditas pertanian, termasuk cangkang sawit, kemungkinan akan menjadi perhatian utama bagi pemerintah provinsi dan pemangku kepentingan terkait.

"Kami perlu melakukan evaluasi mendalam terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan ekspor cangkang sawit ini," tutup Win.


 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS