https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Bisnis

Harga Komoditas Sawit Bukan Hanya Menjadi Faktor Ekonomi, tapi...

Harga Komoditas Sawit Bukan Hanya Menjadi Faktor Ekonomi, tapi...

Petani menimbang TBS sawit. Foto: Dok. Elaeis

Kenaikan permintaan pembelian motor secara kredit menandai tren di mana konsumen percaya bahwa harga kelapa sawit masih akan tetap stabil. 

HARGA komoditas kelapa sawit di Provinsi Bengkulu yang cukup tinggi belakangan ini memberi kontribusi besar bagi dinamika ekonomi masyarakat. Termasuk terhadap produk otomotif seperti sepeda motor.

Menurut pengamat ekonomi dari Universitas Dehasen Bengkulu Dr Ansori Tawakal, fenomena ini dapat menjadi indikator penting bagi dinamika pasar otomotif secara keseluruhan. 

Dalam konteks ini, harga komoditas kelapa sawit bukan hanya menjadi faktor ekonomi, tetapi juga dapat mempengaruhi perilaku konsumen dan strategi bisnis perusahaan.

"Saat ini harga komoditas kelapa sawit bukan hanya menjadi faktor ekonomi, tetapi juga dapat mempengaruhi perilaku konsumen dan strategi bisnis perusahaan," paparnya.

Pada bagian lain, di tengah tingkat harga sawit di Bengkulu mencapai Rp 2.489,25/kilogram, dinilai mampu menciptakan gejolak di pasar otomotif, terutama bagi Yamaha, produsen motor terkemuka. Permintaan akan kendaraan bermotor dari brand motor terkenal ini telah melesat tajam pada 2024 ini.

Area Manager Dealer Yamaha PT Thamrin Brothers Bengkulu, Rudios Samuel, mengungkapkan, tingginya harga komoditas kelapa sawit di Bengkulu membuat permintaan motor Yamaha meningkat. Peningkatan permintaan pembelian tidak hanya terjadi secara cash tetapi juga kredit.

"Akibat harga TBS kelapa sawit yang bagus membuat pembelian motor secara cash mengalami kenaikan, meski begitu pembelian kendaraan secara kredit juga mengalami kenaikan. Pembelian kendaraan cash mencapai 40 persen, sementara pembelian kredit mencapai 60 persen," kata Samuel, Minggu (3/3).

Menurut Samuel, kenaikan permintaan pembelian motor Yamaha secara kredit menandai tren di mana konsumen percaya bahwa harga kelapa sawit masih tetap stabil. 

Bahkan kepercayaan diri konsumen terhadap kestabilan harga komoditas membuat mereka membeli kendaraan bermotor secara kredit.

"Konsumen yang membeli kendaraan secara kredit cukup banyak mencapai 60 persen, itu membuktikan mereka percaya bahwa harga kelapa sawit masih tetap stabil," tuturnya.

Samuel menambahkan, dalam beberapa bulan terakhir, Yamaha telah mencatat pertumbuhan signifikan dalam penjualan motor di Bengkulu. 

Kenaikan penjualan ini juga sejalan dengan strategi perusahaan dalam meningkatkan penetrasi pasar di daerah-daerah yang terpencil atau kurang terlayani.

"Kami terus meningkatkan layanan kami dan memperluas jaringan dealer kami untuk mengakomodasi meningkatnya permintaan ini. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan kami, baik dalam pembelian tunai maupun kredit," ujar Samuel.

Tidak hanya di Bengkulu, tren peningkatan pembelian motor Yamaha juga teramati di berbagai wilayah lainnya yang memiliki ketergantungan ekonomi pada sektor kelapa sawit. 

Hal ini menunjukkan korelasi yang kuat antara harga komoditas dengan pola konsumsi masyarakat, terutama dalam pembelian barang-barang mahal seperti kendaraan bermotor.



 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS