https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Petani

Agar Kebun Sawit Lebih Terawat Lagi Usai Pelatihan

Agar Kebun Sawit Lebih Terawat Lagi Usai Pelatihan

Para peserta pelatihan budidaya sawit hang digelar IPB dan BPDPKS berfoto bersama di Ballroom Hotel Grand Dhika, Medan, Selasa (30/4). (Foto: hendrik)

Diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemeliharaan tanaman di tingkat petani sawit.

KEPALA Bidang (Kabid) Perkebunan di Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Sumut, Banua Pane, berharap kebun sawit milik petani peserta pelatihan harus bisa lebih terawat setelah mengikuti pelatihan.

Demikian dikatakan Banua Pane saat memberi sambutan dalam kegiatan pelatihan teknis budidaya kelapa sawit yang diikuti oleh puluhan petani sawit swadaya dari Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), yang digelar di Hotel Grand Dhika, Jalan Dr Mansyur, Medan.

Pelatihan tersebut digelar selama lima hari berturut-turut, mulai Selasa - Sabtu (30 April - 4 Mei 2024), dan termasuk kunjungan lapangan ke perkebunan dan pabrik kelapa sawit (PKS) Kebun Adolina di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) milik PTPN IV PalmCo Regional II.

Kegiatan itu dihadiri oleh Kristina Nadeak selaku Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) Asahan dan Banua Pane selaku Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Sumut.

Ratih dari IPB Training mengatakan pelatihan itu dilakukan dalam rangka pelatihan pengembangan sumber daya manusia (SDM) PKS Tahun 2024.

Kata dia, pelatihan sejenis sudah dan akan dilakukan di provinsi sentra sawit lainnya, seperti di Aceh, Bengkulu, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sulawesi Tengah (Sulteng), dan lainnya.

Sementara itu Dr Ir Hariyadi MS dari IPB menerangkan bahwa jumlah peserta pelatihan sebanyak 90 orang, dan ditargetkan mampu memiliki tiga tujuan setelah pelatihan.

Tujuan pertama, kata Hariyadi, adalah  meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang persiapan benih atau bahan tanam, lahan, dan tanam, serta penanaman.

"Kedua, pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemeliharaan tanaman di tingkat petani sawit," ucap Hariyadi.

"Mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sawit tentang pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT)," kata Hariyadi menambahkan.

Kata dia, pelatihan itu menggunakan beragam modul pelatihan yang terdiri dari regulasi dan kebijakan, persiapan benih dan bahan tanam.

Kemudian, persiapan lahan, proses penanaman , pemeliharaan tanaman, baik  tanaman belum menghasilkan dan tanaman menghasilkan (TBM/TM).

"Serta modul pelatihan pengendalian OPT berupa hama, penyakit, dan gulma," kata Hariyadi menerangkan.

Kristina Nadeak dalam kesempatan itu meminta para petani untuk benar - benar menyimak pelatihan yang dilakukan, agar bisa diterapkan di kebun sawit masing-masing setelah usai pelatihan.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS