https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Bisnis

Bersebab Absennya Ekspor Cangkang Sawit

Bersebab Absennya Ekspor Cangkang Sawit

Ilustrasi cangkang sawit. Foto: katadata.co.id

"Kita perlu kerja sama yang kuat."

PENERIMAAN negara dalam bentuk bea keluar di Provinsi Bengkulu terjun bebas hingga 95,5 persen pada triwulan pertama 2024, demikian rilis dari Kantor Bea Cukai Bengkulu.

Kepala Kantor Bea Cukai Bengkulu, Koen Rachmanto menjelaskan, jumlah penerimaan bea keluar pada triwulan pertama tahun ini mencapai Rp 98,6 juta. 

Angka tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan tajam ini disebabkan oleh absennya kegiatan ekspor cangkang sawit. 

"Penerimaan bea keluar menurun di Bengkulu pada tahun ini karena tidak ada ekspor cangkang sawit," ujar Koen, Jumat (3/5).

Koen mengaku, absennya ekspor cangkang sawit juga menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh sektor perkebunan di Bengkulu. Selain itu, hal ini juga mencerminkan dampak dari perubahan kondisi pasar global terhadap komoditas tersebut. 

"Penurunan signifikan dalam penerimaan bea keluar menjadi sinyal peringatan bagi pemerintah dan pelaku usaha di Bengkulu untuk mencari solusi yang inovatif dalam menghadapi tantangan ekonomi ini," tutur Koen.

Di sisi lain, penurunan penerimaan bea keluar juga berpotensi memberikan dampak negatif terhadap pendapatan daerah dan program pembangunan di Bengkulu. Kondisi ini menuntut adanya langkah-langkah strategis untuk mengatasi dampak dari penurunan tersebut. 

"Hal ini juga memerlukan koordinasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah untuk mencari solusi terbaik," tambah Koen.

Dalam menghadapi tantangan ini, Koen menegaskan pentingnya upaya kolaboratif antara berbagai pihak terkait. 

"Kita perlu kerja sama yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mengatasi dampak dari penurunan penerimaan bea keluar ini," ujarnya.

Namun demikian, Koen juga menyampaikan optimisme bahwa kondisi ini dapat diatasi dengan langkah-langkah yang tepat. Selain itu, langkah-langkah strategis juga perlu diambil untuk diversifikasi ekonomi daerah agar tidak terlalu tergantung pada satu sektor saja. Hal ini penting untuk meminimalisir dampak dari fluktuasi pasar terhadap sektor tertentu.

Meskipun tantangan ekonomi ini tidak ringan, dengan kerja keras dan inovasi, kita bisa menghadapinya bersama-sama," tutupnya.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS