https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Inovasi

Mau Tidak Mau, Suka atau Tidak Suka, Digitalisasi akan Terjadi

Mau Tidak Mau, Suka atau Tidak Suka, Digitalisasi akan Terjadi

Ilustrasi desa digital. Foto: infojateng.id

Petani sawit tidak perlu lagi bertanya kepada koperasi tentang harga, cukup melihat aplikasi."

KETUA Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Mukti di Desa Karya Harapan Mukti, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, menegaskan mau tidak mau, suka tidak suka, digitalisasi akan terjadi.

Artinya, ucap Riswanto, pilihannya hanyalah menjadi pionir dalam proses digitalisasi atau menjadi pengikut yang suatu saat akan mendapatkan manfaat yang sama; namun tertinggal.

Riswanto mengatakan itu menyusul pengembangan desa digital menggunakan aplikasi SawitPRO mulai mendapatkan tempat di hati para petani sawit yang ada di Desa Karya Harapan Mukti, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Riswanto dengan yakin mengatakan bahwa segala sesuatu di masa depan akan melalui proses digital, termasuk dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat.

Koperasi, ucap Riswanto, akan memenuhi semua kebutuhan petani sawit yang kini bisa diakses melalui aplikasi SawitPRO.

“Petani sawit tidak perlu lagi bertanya kepada koperasi tentang harga, cukup melihat aplikasi,” ungkapnya.

Dengan berbelanja di koperasi, ia bilang petani juga akan mendapatkan keuntungan lebih karena sebagian besar petani adalah anggota koperasi.

Riswanto meyakini bahwa proses digitalisasi benar-benar akan memberikan manfaat bagi para petani, termasuk para petani sawit.

Dikatakannya, desa adalah tempat terbaik untuk memulai penerapan teknologi digital pada industri kelapa sawit di Indonesia, terutama pada perkebunan sawit rakyat.

“Dalam hal ini, Desa Karya Harapan Mukti, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo telah memulai program digitalisasi desa melalui aplikasi SawitPRO,” tegas Riswanto.

Sementara Kepala Desa Karya Harapan Mukti, Iwan Hermawan, berharap petani sawit bisa lebih sukses dengan digitalisasi program.

Pasalnya, dia melihat Program Desa Digital ala SawitPro yang bertajuk “Inovasi Industri Sawit Dimulai dari Desa” ini tidak hanya memberikan akses terhadap kebutuhan manajerial petani.

“Tetapi juga memberikan edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan tentang budidaya kelapa sawit di diri para petani,” kata Iwan Hermawan, Rabu (7/5).

“Impian kami, toko sembako dan kebutuhan petani dapat diakses pada aplikasi sehingga memudahkan petani untuk mendapatkan kebutuhan tersebut,” jelasnya.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS