https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Inovasi

Bisa Raup Rp4 Juta/Bulan, Petani Disarankan Manfaatkan Lahan Sawit Bertanam Sayuran Hidroponik

Bisa Raup Rp4 Juta/Bulan, Petani Disarankan Manfaatkan Lahan Sawit Bertanam Sayuran Hidroponik

Masyarakat membudidayakan sayuran hidroponik. Foto: Istimewa

Dengan lahan kebun sawit terbatas, petani sawit bisa membudidayakan sayuran hidroponik.

TIDAK satu jalan ke Roma, dan tak satu pula cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan.  Petani kelapa sawit di Bengkulu bisa memanfaatkan lahan kebun sawit untuk menanam sayuran hidroponik. Hal itu dilakukan mengingat permintaan sayuran di Bengkulu cukup tinggi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, M Rizon SHut mengatakan, sayuran hidroponik mudah dibudidayakan dan memungkinkan petani sawit dengan lahan terbatas dapat menanamnya.

"Dengan ukuran lahan kebun sawit yang terbatas, petani sawit bisa membudidayakan sayuran hidroponik ini dengan efisien," ujar Rizon, Rabu (8/5).

Rizon mengaku, budidaya sayuran hidroponik di kebun sawit bisa membawa keuntungan ekonomis. Sebab hasil penjualan sayuran hidroponik dapat mencapai Rp 4 juta perbulan dari lahan seluas seperempat hektar.

"Kami pernah lakukan uji coba dilahan seluas seperempat hektar, itu bisa menghasilkan keuntungan hingga Rp 4 juta perbulannya," tuturnya.

Selain itu, Rizon mengaku, para petani sawit yang telah mengadopsi metode ini melaporkan bahwa mereka tidak hanya mendapatkan penghasilan tambahan, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan lokal. Inovasi ini memberikan dampak positif tidak hanya pada ekonomi tetapi juga pada aspek keberlanjutan lingkungan.

"Silahkan tanyakan ke petani yang telah mempraktekkan hal ini, kebanyakan dari mereka meraih penghasilan tambahan," tuturnya.

Adanya sinergi antara pertanian sayuran hidroponik dan perkebunan kelapa sawit dapat menciptakan model bisnis yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan pasar. 

Petani dapat terus memanfaatkan lahan sawit mereka secara efisien, sementara masyarakat lokal dapat menikmati pasokan sayuran yang lebih stabil dan berkualitas.

"Sinergi antara sayuran dan kelapa sawit dapat menciptakan model bisnis yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan pasar, petani harus mencoba dan membuktikan bahwa adaptasi terhadap perubahan kebutuhan pasar merupakan kunci keberlanjutan bagi sektor pertanian," pungkasnya.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS