https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Petani

Tahu Ndak, Pendapatan Petani Sawit di Bengkulu Hanya Segini Sekilonya

Tahu Ndak, Pendapatan Petani Sawit di Bengkulu Hanya Segini Sekilonya

TBS sawit milik petani Bengkulu. Foto: rri.co.id

"Kami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk biaya pendidikan anak-anak."

DI tengah gemerincing uang dari buah kelapa sawit, terutama di daerah-daerah sentra dengan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang tinggi, sepertinya belum menjalar sampai ke Provinsi Bengkulu.

Di daerah itu pendapatan bersih petani kelapa sawit hanya sebesar Rp 1.500 per kilogram. Pendapatan tersebut telah dipotong untuk upah memetik dan melangsir sawit mencapai Rp 500 per kilogram.

Petani Sawit di Bengkulu Utara, Budi Santoso (43) mengatakan, pendapatan bersih dari penjualan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit petani sawit di Bengkulu saat ini terus mengalami penurunan. 

Hal itu disebabkan harga TBS kelapa sawit ditingkat petani yang terus menurun. Bahkan saat ini harganya hanya mencapai Rp 2 ribu per kilogram.

"Kami menghabiskan biaya untuk memetik dan melangsir sawit sebesar Rp 500 per kilogram, sehingga membuat pendapatan kami ikut menurun," ungkap Budi, Sabtu (11/5).

Menurut Budi, menurunnya pendapatan bersih tersebut semakin diperparah dengan naiknya harga kebutuhan pokok serta biaya produksi pertanian. Sehingga membuat para petani merasa terpinggirkan dan keberlangsungan usaha perkebunan sawit semakin terancam.

"Kami harus mempertimbangkan dengan hati-hati setiap pengeluaran karena pendapatan kami sangat terbatas," jelas Budi.

Tidak hanya itu, rendahnya pendapatan petani juga berdampak pada kesejahteraan keluarga mereka. Sehingga memaksa sebagian petani harus mencari pekerjaan tambahan di luar pertanian untuk menghidupi keluarga mereka.

"Kami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk biaya pendidikan anak-anak kami," tutur Budi.

Meskipun menghadapi tantangan besar, beberapa petani sawit di Bengkulu tetap optimis dan berharap ada solusi yang bisa membantu meningkatkan pendapatan mereka.

"Kami berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian dan bantuan kepada kami agar kami bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga kami," ujar Ahmad, salah seorang petani yang juga ketua kelompok tani di daerah Bengkulu Utara.

Merespon hal itu, Bupati Bengkulu Utara, Mi'an mengaku, akan berupaya mendukung petani sawit dalam menghadapi tantangan ekonomi ini. Salah satunya dengan memberikan pelatihan dan bantuan teknis dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman sawit. 

"Kami akan berupaya untuk meningkatkan harga TBS serta memberikan pelatihan dan bantuan teknis kepada petani agar mereka bisa meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka," pungkasnya.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS