https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Ragam

Pulau Jawa Pantas Dilirik

Pulau Jawa Pantas Dilirik

Ilustrasi antri minyak goreng. Foto: suaranasional.com

"Akan sangat rawan jika Indonesia tanpa perluasan perkebunan kelapa sawit."

PEKEBUN kelapa sawit sukses Wayan Supadno berpendapat Pulau Jawa pantas dilirik untuk program pengembangan perkebunan kelapa sawit, termasuk di sejumlah kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Timur.

"Misalnya di Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember, Kabupaten Blitar, dan kabupaten lainnya," ucap Wayan, Minggu (19/5).

Ekspansi perkebunan sawit ke Pulau Jawa, menurut Wayan, didasarkan sejumlah pertimbangan. Antara lain, 

kebutuhan Indonesia terhadap minyak sawit diprediksi akan terus semakin meningkat dalam beberapa tahun yang akan datang.

"Bayangkanlah kalau program mandatori B60 jadi," kata purnawirawan TNI, petani sawit sukses yang kerap disapa Pak Tani, ini.

Program B60 yang dimaksud Wayan Supadno adalah kelanjutan dari program mandatori biodiesel 35 (B35) yang diterapkan oleh Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM).

Perlu diketahui kalau B60 adalah sebuah program penggunaan bahan bakar minyak (BBM) hasil campuran minyak fosil sebanyak 40 persen dan minyak nabati, khususnya sawit, 60 persen.

"Karena itu akan sangat rawan jika Indonesia tanpa perluasan perkebunan kelapa sawit dalam neberapa tahun ke depan," ucap Wayan melanjutkan.

Di samping itu, untuk mengatasi kemungkinan krisis akan kebutuhan minyak sawit, Wayan juga mendesak agar program peremajaan sawit rakyat (PSR) harus dipercepat dengan penggunaan benih yang inovatif dan berkualitas.

Selain program B60, Wayan juga memprediksi kalau Indonesia akan membutuhkan minyak goreng dalam jumlah yang banyak untuk kebutuhan ratusan juta masyarakat.

"Nanti kalau minyak goreng bisa langka, bisa antri panjang lagi," kata Wayan memgenang peristiwa kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng sawit di era pandemi Covid-19 pada 2021-2022.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS