https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Ragam

Ramai-ramai Menyelamatkan Sungai

Ramai-ramai Menyelamatkan Sungai

Sungai Batanghari di Jambi. Foto: walhijambi.or.id

"Semoga program itu segara terselesaikan."

MASYARAKAT tiga desa  yakni; Desa Sido Rukun dan Desa Mekar Sari di Kecamatan Rimbo Ulu, serta Desa Malako Intan di Kecamatan Tebo Ulu sepakat menyelamatkan Sungai Batanghari dan Sungai Batang Jujuhan.

Kesepakatan menyelamatkan daerah aliran sungai atau DAS ini dilakukan dalam bentuk deklarasi bersama pada Kamis pekan lalu di Kecamatan Rimbo Ulu.

Deklarasi dengan tema selamatkan sungai, demi masa depan lestari ini dihadiri setidaknya 60 peserta mulai dari masyarakat, perangkat desa, komunitas lokal, dan perusahaan yang beroperasi di Tebo.

Bahkan, tiga desa tadi sepakat membentuk Kelompok Penjaga Sungai (Kompas) Lubuk Emas Lestari yang akan menjadi jembatan untuk memulihkan kedua daerah aliran sungai tersebut.

Kegiatan ini sebenarnya diinisiasi oleh Yayasan Setara Jambi yang fokus pada pemeliharaan dan konservasi Sungai, dengan mengidentifikasi dampak negatif dari aktivitas perkebunan dan mendorong penggunaan produk organik untuk memperbaiki keadaan sungai.

Galih, Ketua Kompas Lubuk Emas Lestari terpilih menyampaikan beberapa program kerja yang akan dilaksanakan ke depannya, di antaranya tentang perumusan peraturan desa konservasi sungai dan pembentukan lubuk larangan.

“Semoga program itu segara terselesaikan. Selain itu kita juga mengagendakan restocking benih ikan lokal, dan pemasangan papan peringatan penjagan sungai,” kata Galih, Selasa (4/6).

Nurbaya Zulhakim, Direktur Yayasan Setara Jambi mengatakan,  perlindungan sungai dilakukan sejak 5 tahun lalu. Mereka secara intens melakukan bersama organisasi petani sawit swadaya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan sekarang di Tebo.

“Upaya penjagaan sungai bersama masyarakat sudah kita lakukan di Kecamatan Merlung, Renah Mendalu, Batang Asam di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Di sana setiap desa punya komunitas penjaga sungai yang memang menitik beratkan pada sasaran anak muda," ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya juga mendapat dukungan dari program GIZ dan Fortasbi untuk penguatan yang sama di Tebo. Menurutnya permasalahan sungai bukan menjadi tanggung jawab segelintir orang, melainkan perlu dukungan semua pihak.

Semua pihak pun sepakat Kompas Lubuk Emas Lestari menjadi tanggung jawab untuk memperkuat kelembagaan dan memperluas dampak dalam menjaga Sungai agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

"Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan yang luas ini, diharapkan upaya konservasi Sungai di Rimbo Ulu akan semakin terakselerasi dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan lingkungan," tutur Nurbaya.

Apalagi berbagai instansi dan organisasi di Kabupaten Rimbo Ulu dan Tebo Ulu juga bersatu mendukung inisiatif Kompas Lubuk Emas Lestari dalam upaya pelestarian sungai. Ini juga menandakan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan hidup yang krusial bagi kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Camat Rimbo Ulu, Toni tidak menampik bahwa pentingnya dukungan terhadap kegiatan konservasi sungai karena vital dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

"Berbagai lembaga dan organisasi seperti Bappeda, DLH dan Dinas Pertanian juga turut aktif dalam mendukung upaya konservasi ini. Bappeda memberikan landasan yang solid melalui skema yang berjangka waktu empat tahun dan melibatkan berbagai OPD terkait," ujar Toni.

Mewakili Broder Hood 1% MC Indonesia Rahmad Budiyono juga menegaskan bahwa pihaknya akan mendukung penuh Kompas Lubuk Emas Lestari. Apalagi programnya sejalan dengan kegiatan yang sudah dicanangkan Broder Hood.

“Kegiatan penanaman pohon, kita bisa berkolaborasi. Karena ada program juga di Broder Hood untuk melakukan gerakan menanam pohon sebagai aksi kepedulian kami terhadap dampak perubahan iklim,” jelasnya.

Tidaknya itu, komunitas pemuda yang fokus pada pupuk alami, Rimbo Kompos yang mengelola limbah organik menjadi kompos juga berkomitmen untuk terjun dalam pemeliharaan tanam pohon di sepanjang sungai.
 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS